Thursday, 27 November 2014

Teori Evolusi menurut Islam

How can this irony happened?
Seakan masih segar dari ingatan kita sosok kera bungkuk yang ada jutaan tahun silam, menjadi berjalan tegak seiring berjalannya zaman. Tentang opini yang mengatakan bahwa setiap kehidupan itu berawal dari air. Serta berbagai macam fosil yang ditemukan yang anehnya pula memiliki beberapa kesamaan dengan fosil-fsoil tertentu. Yap! Teori Evolusi, merupakan satu dari sekian teori besar yang mempengaruhi kehidupan manusia di Dunia, yang bahkan efeknya mampu kita rasakan sampai saat ini. Seperti yang kita semua tahu pada umumnya, Charles Darwin merupakan dalang utama yang dibalik teori kontroversial yang satu ini. Tayang perdana di dunia Ilmu Pengetahuan pada abad ke-19, teori ini tak perlah luput dari kritikan para ilmuwan di belahan dunia manapun. Seperti apa sebenarnya teori evolusi yang menggegerkan dunia pengetahuan? Berikut akan kami ulas secara singkat.

"The Mystery of the Beginning of all things is Insoluble by us; and I for one must be content to remain an Agnostic." Charles Darwin

Semua Tentang Charlie

Childhood Memories

Menjadi salah satu manusia yang berpengaruh dalam sejarah keberadaan manusia, pada 12 Februari 1808, Charles Robert Darwin terlahir di Shrewsbury, Shropshire, Britania Raya. Ia mengembangkan minatnya kepada Ilmu Hayat (Biologi) ketika ia belajar ilmu kedokteran dan Teologi di universitas. Lalu hal apa yang menjadikan ia menemukan teori yang cukup kontroversional?

Semua berawal dari penemuan perdananya di kepulauan Galápagos. Beberapa sumber mengatakan bahwa keberangkatan Charlie adalah untuk membuktikan kebenaran Ijil tentang penciptaan yang pernah ia kaji sebelumnya, karena Charles Darwin sendiri merupakan seorang pendeta. Namun pada umumnya, Charles sendiri lebih dikenal sebagai seorang ilmuwan Geologis beraliran Naturalis.


"The Grumpy Darwin" in Greyscale
Perlu diketahui bahwasanya Darwin cilik merupakan keturunan keluarga terkemuka, kakek dari ayahnya (Robert Darwin) Erasmus Darwin, serta kakek dari ibunya (Susannah Wedgwood) Josiah Wedgwood. Ibunya meninggal ketika Darwin cilik berusia 8 tahun. Darwin cilik merupakan sosok yang periang, senang bermain, serta banyak mendapatkan fasilitas karena kekayaan orang tuannya. Meski sejak kecil ia menyukai Biologi, ia lebih memilih study kedokteran untuk menyenangkan hati ayahnya.

Mengetahui bahwa anaknya tidak berminat dalam bidang kedokteran, ayahnya secara diam-diam mendaftarkan Charles cilik ke sekolah Bachelor of Arts di Christ's College, Universitas Cambridge, untuk mempersiapkannya sebagai pendeta. Karena dikala itu, profesi sebagai pendeta merupakan pekerjaan yang cukup menjanjikan dengan upah yang berlimpah ruah. Dari sinilah ia berkenalan dengan John Stevens Henslow seorang profesor Botani. Charles juga tertarik akan tulisan-tulisan William Paley. Ia juga diilhami oleh tulisan Alexander von Humboldt yaitu Personal Narrative.

The Beginning of The End

Perlu diketahui bahwa sejatinya Charles telah mempersiapkan diri bersama sejumlah temannya untuk mempelajari sejarah alam di daerah tropik dengan mengunjungi pulau Madeira. Oleh sebab itu, Darwin mengambil kelas geologi dari Pendeta Adam Sedgwick. Sayangnya, rencananya untuk pergi ke Madeira terpaksa batal akibat pesan bahwa rekan yang akan pergi bersamanya meninggal dunia.

Untungnya Henslow telah memberikan rekomendasi kepada Darwin posisi yang tidak dibayar untuk menjadi pendamping bagi kapten kapal HMS Beagle, Robert Fitz Roy, dalam sebuah ekspedisi untuk menjelajah garis pantai Amerika Selatan. Kesempatan ini merupakan tonggak utama karier seorang Darwin sebagai seorang naturalis. Meskipun ayahnya menentang perjalanan itu, tetapi terbujuk juga oleh Josiah Wedgwood II hingga akhirnya menyetujui petualangan anaknya.

Darwin sendiri sudah memutuskan untuk menjadi pendeta dan hidup dengan tenang ketika ia menerima tawaran yang sangat menggoda. Darwin diundang untuk mendampingi kapten Robert FitzRoy di kapal HMS Beagle. Di zaman itu, sudah merupakan tradisi bagi seorang kapten kapal untuk didampingi seorang "Gentleman" atau pendamping kapten dalam suatu pelayaran. Garis bangsawan milik Darwin membantunya terpilih menjadi Gentleman.


el Captain: Robert FritzRoy
Walaupun ekspedisi ini bertujuan untuk membuat peta kelautan, FitzRoy sendiri memiliki rencana untuk membuktikan ayat-ayat penciptaan seperti yang tertulis di kitab Injil. Ironisnya, Darwin-lah yang terpilih oleh Fitz Roy dikarenakan latar belakang Darwin sebagai calon pendeta. Petualangan ini berlangsung selama lima tahun, dan Darwin menghabiskan dua pertiga dari waktunya ini untuk menjelajahi daratan. Darwin melakukan penyelidikan terhadap beragam penampilan geologis, fosil & organisme hidup. Ia juga menjumpai beragam masyarakat, baik pribumi maupun kolonial.

Secara metodik ia mengumpulkan sejumlah besar spesimen, beberapa diantaranya merupakan hal yang baru bagi ilmu pengetahuan. Hal ini mengukuhkan reputasinya sebagai seorang naturalis dan menjadikannya salah seorang perintis dalam bidang ekologi, khususnya pemahaman tentang biokoenosis. Catatan terincinya yang panjang lebar memperlihatkan keahliannya untuk membangun teori dan membentuk dasar bagi pekerjaannya di kemudian hari, serta memberikan pemahaman antropologis sosial, politik yang mendalam tentang daerah-daerah yang telah dikunjunginya.

Dalam pelayarannya, Darwin juga membaca buku Charles Lyell yakni Principles of Geology (Prinsip-Prinsip Geology) yang menginspirasinya dalam meneliti berbagai macam dataran di berbagai belahan dunia seperti Patagonia, Chili dan kepulauan Cocos. Sedangkan di Amerika Selatan, Darwin menemukan berbagai fosil mamalia purba, seperti Megatheria dan Gliptodon dalam suatu lapisan yang tak memperlihatkan tanda-tanda katastrofi ataupun perubahan iklim. Darwin juga menemukan kura-kura Galápagos dan burung Flinch yang memiliki berbedaan satu sama lainnya antar pulau.

Dari keberagaman inilah, Darwin mulai berpikir bahwa "Orang yang tidak percaya, mungkin akan berkata 'Pastilah dua Pencipta yang berbeda telah bekerja'." Ia dibingungkan oleh apa yang dilihatnya, dan sementara dalam edisi pertama dari The Voyage of the Beagle (Pelayaran di Beagle) ia menjelaskan distribusi spesies berdasarkan gagasan Charles Lyell tentang "pusat-pusat ciptaan", dalam edisi-edisi yang terbaru dari Journal ini, ia mulai membayangkan penggunaan fauna Kepulauan Galápagos sebagai bukti untuk evolusi: "Orang mungkin benar-benar menduga bahwa dari sejumlah kecil burung yang asli di kepulauan ini, satu spesies telah diambil dan dimodifikasi untuk tujuan-tujuan yang berbeda."


Grand Voyage from HMS Beagle
Sementara itu 3 orang misionaris pribumi dikembalikan oleh Beagle ke Tierra del Fuego. Mereka telah diberadabkan di Inggris selama dua tahun, namun sanak keluarga mereka di mata Darwin nampak liar, tak berbeda jauh dari binatang. Dalam waktu setahun, mereka kembali dan lebih menyukai kehidupan lama mereka. Pengalaman ini & penolakan Darwin terhadap perbudakan & berbagai perlakuan yang tidak manusiawi lainnya meyakinkannya bahwa tak ada pembenaran moral apapun untuk memperlakukan orang lain dengan buruk berdasarkan konsep ras. Kini ia berpendapat bahwa umat manusia tidaklah terlalu jauh dari binatang, berbeda dengan apa yang diyakini oleh kaum agamawan lainnya.

Pada Oktober 1833 Darwin terkena demam di Argentina, & pada Juli 1834, ketika kembali dari pegunungan Andes ke Valparaíso, ia jatuh sakit dan terpaksa tinggal di tempat tidur selama sebulan. Sejak 1837, ia terus menderita akibat sakit perut, mual, bisul, jantung berdebar-debar, gemetaran & berbagai gejala aneh lainnya. Semua gejala ini khususnya memengaruhinya pada saat Darwin merasa tertekan, semisal ketika menghadiri pertemuan-pertemuan atau berhadapan dengan pertikaian mengenai teorinya.

Penyebab penyakit Darwin tidak diketahui pada masa hidupnya, dan berbagai upaya untuk merawatnya tidak banyak berhasil. Spekulasi baru-baru ini menyebutkan bahwa di Amerika Selatan ia terkena penyakit Chagas karena gigitan serangga, yang menyebabkan berbagai masalah belakangan. Penyebab lainnya yang mungkin antara lain adalah masalah-masalah psiko-biologis dan penyakit Ménière.

On the Origin of Species by Means of Natural Selection

Overview

Buku ini merupakan mahakarya sang maestro narutalis, Charles Darwin. Sesuai dengan judul yang tertera, pada buku ini diulas mengenai asal-usul spesies menurut pendapat Darwin. Semua pendapatnya tertera pada lembar demi lembar. Kebanyakan, semua pendapatnya mengarah ke 'materialisme yang berpikiran bahwa alam raya ini ada dengan "sendirinya", tanpa ada yang mengawali, tanpa pula ada yang "mengakhiri".

Pendapat semacam ini secara tersirat menafikan keberadaan sang pencipta jagat raya, Tuhan. Bagaimana bisa semua tercipta dengan suatu ketidak sengajaan. Bayangkan saja, bila suatu Pesawat tiba-tiba ada begitu saja, tanpa adanya proses peleburan alumunium, pencetakan rangka, pembuatan mesin, pengecatan, dll. Sudah tentu pendapat ini dapat kita tolak dengan alasan yang rasional.

Pendapat ini mungkin ditekankan kepada kekecewaan Charles terhadap Injil yang pernah ia baca yang rupanya tidak sesuai dengan apa yang dia temukan selama berlayar antar benua. Dalam sejarah juga ditekankan bahwa sejatinya Darwin sendiri merupakan sosok yang kurang agamis, dan sedikit "lebih" meragukan ajaran Yesus (Kristen Ortodok). Buku ini juga memiliki beberapa poin utama yang mampu disimpulkan, diantaranya:
  • good Cover for a bad Book
    Evolusi terjadi di alam.
  • Perubahan Evolusioner terjadi secara perlahan-lahan (gradual) jangka waktu yang panjang.
  • Mekanisme utama dalam terjadinya evolusi adalah satu proses yang disebut seleksi alam. Individu yang selamat kemungkinan besar akan menurunkan ciri-ciri yang dimilikinya kepada generasi berikutnya.
  • Milyaran spesies yang hidup dewasa ini berasal dari satu bentuk kehidupan asli tunggal melalui proses pencabangan yang dikenal dengan nama Spesiasi (speciation).
  • Tiap spesies pada dasarnya memiliki Fertilitas yang sangat tinggi sehingga Jumlah keturunan yang dilahirkan lebih banyak dari keturunan yang bisa mencapai usia dewasa.
  • Jumlah sumber makanan terbatas, namun relatif stabil dalam jangka waktu yang lama.
  • Terjadi perjuangan secara implisit untuk bertahan hidup (Will to Survive).
  • Pada spesies yang melakukan reproduksi secara seksual, biasanya tidak ada dua individu yang identik.
  • Beberapa variasi dalam spesies secara langsung memengaruhi kemampuan individu untuk bertahan dalam kondisi alam tertentu (sebagian besar dari variasi ini bersifat turunan)
  • Individu yang kurang sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya memiliki kemungkinan bertahan hidup yang yang lebih kecil dan kemungkinan akan lebih banyak melakukan reproduksi.
  • Individu yang selamat kemungkinan besar akan menurunkan ciri-ciri yang dimilikinya kepada generasi berikutnya.
  • Proses yang menyebabkan perubahan ini menghasilkan populasi yang perlahan-lahan bisa beradaptasi dengan lingkungan, dan pada akhirnya, setelah berlangsung secara terus-menerus akan terbentuk keragaman yang baru, dan akhirnya spesies baru.

Evolution in Islamic View Point

Tak perlu bertele-tele dalam penyampaian topik yang satu ini, yang perlu digarisbawahi adalah Islam benar-benar menolak keras mengenai teori Evolusi itu sendiri. Banyak sekali ide maupun opini yang menafikan kebenaran Tuhan sebagai sang pencipta, mulai dari awal mula penciptaan makhluk hidup hingga asal muasal manusia yang diselewengkan oleh pikiran-pikiran liar tak bertanggung jawab. Namun, ada juga beberapa pendapat yang mendukung bahkan menguatkan adanya Evolusi berikut contohnya:

QS: Al Baqarah - 30

One of those crazy Books!
Dalam ayat ini, diceritakan bahwasanya Allah berfirman kepada para malaikat ketika akan menciptakan Adam, ''Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi''. (Al-Baqarah:30). Beberapa kaum orientalis keliru dalam memahami ayat ini. Mereka beranggapan Khalifah yang dimaksud adalah sebagai wakil atau pengganti Allah dalam mengurus bumi. Sebagaimana penjelasan dalam ringkasan dalam tafsir Ibnu Katsir, makna khalifah yang benar adalah kaum yang akan menggantikan satu sama lain, kurun demi kurun, dan generasi demi generasi.
Kurang lebihnya, beginilah percakapan antara tuhan dengan malaikat "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka (para malaikat) berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?". Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

Dari sinilah kita mendapatkan beberapa bagian yang penting, yakni:
  1. Tuhan menyampaikan rencananya kepada pelayan setia-Nya, para malaikat bahwa Ia hendak menciptakan orang Khalifah di bumi. Khalifah yang dimaksud oleh Allah telah dijelaskan secara singkat pada deskripsi diatas.
  2. Setelah sang khalik menyampaikan rencananya, para malaikat bertanya kepada Allah, mengapa Engkau hendak menciptakan Khalifah, yang senantiasa berbuat onar bahkan menumpahkan darah? Padahal kami selalu senantiasa bertasbih menyebut namamu"
  3. Dari pertanyaan malaikat, dapat kita tentukan apakah pertanyaan itu merupakan pertanyaan gugatan atas kekecewaan ataupun hanya sekadar "pertanyaan" belaka.
  4. Bagaimana malaikat bisa mengetahui bahwasanya "khalifah" yang dimaksud Allah ini senantiasa berbuat onar & menumpahkan darah? Ataukah mereka telah melihat makhluk yang menyerupai khalifah di muka bumi sehingga mereka mempunyai kesimpulan bahwa khalifah adalah makhluk yang "onar".
  5. Dari pertanyaan malaikat, Allah menjawab dengan singkat "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". Seakan hal ini menunjukkan bahwa perkataan malaikat belum tentu salah mengenai khalifah yang berbuat onar di bumi, dan kebenarannya pun masih belum pasti.
Banyak beberapa pihak yang berusaha menafsirkan ayat Al Qur'an yang satu ini dengan spekulasi akan adanya makhluk sejenis "manusia" yang sebelumnya telah ada lebih dahulu sebelum penciptaan nabi Adam dan dipercayai, makhluk inilah yang mengalami evolusi menuju tingkat yang lebih lanjut seperti yang dijelaskan oleh Darwin. Bahkan, ada pula yang memiliki pendapat bahwasanya makhluk yang dimaksud oleh kalimat para malaikat ini adalah makhluk Ekstraterestrial, alias Alien yang selanjutnya akan dibahas pada Qur'an dan Eksistensial Makhluk Ekstraterestrial.

The Authentic Evidence: Food Gathering VS Food Producing

Food gathering culture
Pendapat mereka dibuktikan dengan adanya artifak peninggalan manusia purba yang berupa kapak genggam, kapak batu, dan berbagai macam alat bantu kehidupan yang masih sangat sederhana. Sedangkan dalam Al Qur'an sendiri, diceritakan bahwa Qabil & Habil mempersembahkan sesembahan mereka berupa seikat gandum dan kambing untuk Allah SWT. Namun hanya salah satu dari sesembahan mereka berdua yang akan diterima.

Dari cerita ini mampu kita tangkap bahwasanya menumbuhkan gandum merupakan hal yang tak mudah, mulai dari penanaman hingga perawatan. Bagaimana mungkin mereka berdua melakukannya dengan peralatan yang sangat sederhana. Serta kita dapat mengetahui bahwa mereka berdua sudah mampu "menghasilkan" makanan sendiri, tidak seperti makhluk purba yang selama ini hanya dikenal mampu berburu serta mengumpulkan makanan tingkat sederhana.

The Authentic Evidence: Different Timeline

What a cute creature are they?
Beberapa ulama berusaha melakukan sebuah penelitian mengenai periode nabi Adam AS dengan periode fosil tertua yang pernah ditemukan Pithecanthropus Erectus (manusia kera yang berjalan tegak). Hasil menunjukkan bahwa periode fosil tersebut berumur jauh lebih tua dibanding dengan perhitungan para ulama mengenai periode nabi Adam AS diturunkan pertama kali ke alam dunia. Fosil ini ditemukan oleh seorang arkeolog ternama, Eugene Dubois.

Ilmuwan yang telah melakukan uji coba karbon untuk mendeteksi umur dari fosil Pithecanthropus Erectus tersebut mengatakan bahwa umurnya diperkirakan sudah sekitar 1,8 juta tahun yang lampau dan hidup pada zaman Pleistosin. Sedangkan para ulama muslim memperhitungkan bahwa periode nabi Adam AS berlangsung sekitar puluhan ribu tahun silam. Selang waktu yang cukup signifikan bukan?

The Authentic Evidence: The Old Glory

Beberapa arkeolog menemukan sebuah reruntuhan kuno yang menggambarkan kejayaan masa lalu seperti piramida Mesir, piramida Maya, Machu Pichu, taman gantung Babylon, dan masih banyak reruntuhan lainnya. Dari berbagai reruntuhan, ditemukan penemuan yang bertolak belakang dengan deskripsi manusia purba hasil rekayasa para orientalis yang beranggapan bahwa manusia purba memiliki kapasitas otak yang kecil. Nyatanya, manusia zaman dahulu sudah mampu membuat berbagai temuan yang cukup kompleks.


One of the Lost Civilisation
Ambillah contoh baterai Baghdad, ada pula relik yang menceritakan tentang teknologi masa lampau seperti relik transportasi yang ada di piramida Mesir, serta relik astronot yang ditemukan di reruntuhan peradaban Aztec. Serta bagaimana kumpulan manusia mampu membuat sebuah perkampungan yang ada di puncak gunung (Machu Pichu), piramida raksasa, bahkan situs astronomi kuno yang megah nan mistis (Stonehenge) dengan segala keteraturan dan kompleksitas bangunan yang ada.

Conclusion

Dari beberapa penjelasan yang telah lalu, dapat disimpulkan bahwasanya kehidupan sebelum nabi Adam AS, memang benar-benar ada. Beberapa ulama berpendapat bahwa mereka yang hidup sebelum turunnya khalifah terbaru dari Surga, termasuk dalam golongan Basyar. Nama basyar sendiri telah dicantumkan dalam al-Qur'an sebanyak 36 kali dan tersebar dalam 26 surat. Secara etimologi basyar berarti kulit kepala, wajah, atau tubuh yang menjadi tempat tumbuhnya rambut. Secara tersirat, bayar berarti makhluk yang menyerupai manusia dengan memiliki kulit kepala, wajah, tubuh. Singkatnya, bayar di sini adalah makhluk yang secara fisiologis, serupa dengan anak cucu Adam.

So, where is your holy book?
Kita juga mengetahui akan adanya fosil-fosil Basyar yang memang memiliki struktur yang hampir serupa dengan struktur tulang belulang manusia masa kini. Menurut pendapat kami pribadi, zaman sebelum nabi Adam AS diturunkan merupakan suatu masa dimana Bumi masih belum stabil sama sekali. Banyak sekali terjadi bencana, meteorit yang menghantam dan berbagai macam zat baru yang timbul dari berbagai kejadian alam yang telah terjadi.

Kondisi inilah yang memaksa Basyar untuk melakukan penyesuaian diri dengan berkompetisi dengan sesamanya, maupun dengan melakukan mutasi genetik yang akan menghasilkan variasi pada struktur tubuh dan berbagai perubahan bentuk lainnya. Bukan berarti mereka "berubah" membentuk suatu spesies baru, karena dalam proses mutasi terdapat genetika asli dari induknya. Hal ini mematahkan teori evolusi yang Charles Darwin telah ciptakan dahulu kala.

0 Comments:

Post a Comment

 
;